IDBlogportal
|
Profil G+ Profil Facebook Profil twitter profil Youtube rss feed comment feed
Lightbox Link
Nama
Email*
silakan isi nama dan email Anda

Popular Posts

Tampilkan postingan dengan label Buku Kepala Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Kepala Sekolah. Tampilkan semua postingan

PENGUKURAN KINERJA BERBASIS KOMPETENSI

bukureferensi/pengukuran-kinerja-berbasis-kompetensi



Judul Buku: Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi
Penulis: Prof. Dr. Moeheriono, M,Si.
Penerbit: PT. Raja Grafindo Persada
Tahun terbit: 2012
Cetakan Pertama: Oktober 2012


Masih banyak manajemen yang tidak paham tujuan dan pentingnya pengukuran kinerja berbasis kompetensi (competency based human resource management) bagi organisasi. Padahal dari hasil pengukuran kinerja tersebut sangat besar manfaatnya bagi karyawan (the right man on the rightjob), maupun organisasi sebagai parameter pemeberian reward dan punishment, serta untuk mengetahui sejauh mana organisasi saat ini dapat melaksanakan visi dan misinya.

Buku ini diperlukan oleh mahasiswa S1, S2, dan S3 karena banyak dilengkapi dengan teori-teori yang lebih lengkap untuk menyusun skripsi, thesis dan disertasi. Sedangkan untuk Praktisi terutama HRD lebih enak dalam mempraktikkan MSDM, karena dilengkapi contoh-contoh dan dapat dipakai sebagai acuan sehari-hari dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Buku ini Gratis bila Anda mendaftar sebagai agen herbal HPA di SINI dan telah diaktivasi keanggotaannya.



KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH


Judul Buku : KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH
Tinjauan Teoretik dan Permasalahannya
Pengarang: Wahjosumidjo
Penerbit: Rajawali Pers
Cetakan Ke-8 , September 2011
Stok: tersedia

Buku ini membahas informasi yang mendetail mengenai peranan kepemimpinan kepala sekolah, tanggung jawab pembinaan tugas kepala sekolah, peningkatan kualitas kepemimpinan kepala sekolah, dan penampilan kepemimpinan kepala sekolah. Selain itu, buku ini juga membahas masalah yang terkait dengan kepemimpinan kepala sekolah, yaitu peran dan fungsi sekolah serta hubungan antara sekolah dengan masyarakat.
Buku Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoretik dan Permasalahannya, membahas secara detail mengenai peranan, tanggungjawab, dan tugas kepala sekolah.

Buku ini Gratis bila Anda mendaftar sebagai agen herbal HPA di SINI dan telah diaktivasi keanggotaannya.

PENGANTAR PENDIDIKAN

Penulis: Redja Mudyahardjo
Cetakan ke-7 Januari 2012
Penerbit: RajaGrafindo Persada
Buku ini merupakan tindak lanjut penulisan bahan ajaran untuk MKDK Pengantar Pendidikan, yang mengacu kepada silabus yang dihasilkan oleh sinkronisasi dan pengembangan GAris-Garis Besar Program Perkuliahan mata kuliah Pengantar Pendidikan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Dengan demikian buku bahan ajar ini dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan perkuliahan Pengantar Pendidikan yang tnetu saja sangat membantu memperkaya wawasan mahasiswa atau siapa saja yang berhubungan dengan bidang kependidikan.
Sasaran pembaca: Mahasiswa ilmu pendidikan dan para guru, universitas, umum dan pemerhati pendidikan.

Buku ini Gratis bila Anda mendaftar sebagai agen herbal HPA di SINI dan telah diaktivasi keanggotaannya.

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

Penulis: Drs. Syaiful Bahri Djamarah, M.Ag.
Penerbit: PT. Rineka Cipta
Tahun terbit: 2010
Buku Baru
Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.
Ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut:
  1. Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan.
  2. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.
  3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepatdan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya.
  4. Menetapkan norma-norma dalam batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedomanoleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem instuksional yang bersangkutan secara keseluruhhan.
Dari uraian di atas tergambar bahwa ada empat masalah pokokyang sangat penting yang dapat dan harus dijadikan pedoman buat pelaksana kegiatan belajar mengajar agar berhasil sesuai dengan yang diharapkan.
Pertama, spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku yang bagaimana diinginkan sebagai hasil belajar mengajar yang dilakukan itu. Di sini terlihat apa yang dijadikan sebagai sasaran dari kegiatan belajar mengajar. sasaran yang dituju harus jelas dan terarah. Oleh karena itu, tujuan pengajaran yang dirumuskan harus jelas dan konkret, sehingga mudah dipahami oleh anak didik. Bila tidak, maka kegiatan belajar mengajar tidak punya arah dan tujuan yang pasti. 
Akibat selanjutnya perubahan yang diharapkan terjadi pada anak didik pun sukardiketahui, karena penyimpangan-penyimpangan dari kegiatan belajar mengajar. Karena itu, rumusan tujuan yang operasional dalam belajar mengajar mutlak dilakukan oleh guru sebelum melakukan tugasnya di sekolah.
Kedua, memilih cara pendekatan belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran. Bagaimana cara guru memandang suatu persoalan, konsep, pengertian dan teori apa yang gurugunakan dalam memecahkan suatu kasus, akan mempengaruhi hasilnya. Satu masalah yang dipelajari oleh dua orang dengan pendekatan yang berbeda, akan menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang tidak sama. 
Norma-norma sosial seperti baik, benar, adil dan sebagainya akan melahirkan kesimpulanyang berbeda dan bahkan mungkin bertentangan bila dalam cara pendekatannya menggunakanberbagai disiplin ilmu. Pengertian konsep dan teori ekonomi tentang baik, benar atau adil, tidak sama dengan baik, benar atau adil menurut pengertian konsep dan teori antropologi. Juga akan tidak sama apa yang dikatakan baik, benar atau adil kalau seorang guru menggunakan pendekatan agama, karena pengertian konsep dan teori agama mengenai baik, benar atau adil  itu jelas berbeda dengan konsep ekonomi maupunn antropologi. 
Begitu juga halnya dengan cara pendekatan yang digunakan terhadap kegiatan belajar mengajar. Belajar menurut Teori Asosiasi, tidak sama dengan pengertian belajar menurut Teori Problem Solving. Suatu topik tertentu dipelajari atau dibahas dengan cara menghapal, akan berbeda hasilnya kalau dipelajari atau dibahas dengan teknik diskusi atau seminar. Juga akan lain hasilnya andaikatatopik  yang sama dibahas dengan menggunakan kombinasi beberapa teori.
Ketiga, memilih dan mentapkan perosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif. Metode atau teknik penyajian untuk memotivikasi anak didik agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalamannya untuk memecahkan masalah, berbeda dengan cara atau metode supaya anak didik terdorong dan mampu berpikir bebas dan cukup keberanian untuk mengemukakan pendapatnya sendiri. Perlu dipahami bahwa suatu metode mungkin hanya cocok dipakai untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Jadi dengan sasaran yang berbeda, guru hendaknya jangan menggunakan teknik penyajian yang sama. 
Bila beberapa tujuan ingin diperoleh, maka guru dituntut untuk memiliki kemampuan tentang penggunaan berbagai metode atau mengombinasikan beberapa metode yang relevan. Cara penyajian yang satu mungkin lebih menekankan kepada peranan anak didik, sementara teknik penyajian yang lain lebih terfokus kepada peranan guru atau alat-alat pengajaran seperti buku, atau mesin komputer misalnya. Ada pula metode yang lebih berhasil bila dipakai buat anak didik dalam jumlah yang terbatas, atau cocok untuk mempelajari materi tertentu. 
Demikian juga bila kegiatan belajar mengajar berlangsung di dalam kelas, di perpustakaan, di laboratorium, di mesjid, atau di tempat lain, tentu metode yang diperlukan agar tujuan tercapai untuk masing-masing tempat seperti itu tidaklah sama. Tujuan instruksional yang ingin dicapai tidak selalu tunggal, bisa jadi terdiri dari beberapa tujuan atau sasaran. Untuk itu guru membutuhkan variasi dalam penggunaan teknik penyajian supayakegiatan belajar mengajar yang berlangsung tidak membosankan.
Keempat, menerapkan norma-norma atau kriteria keberhasilan sehingga guru mempunyai pegangan yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukannya. Suatu program baru diketahui keberhasilannya, setelah dilakukan evaluasi. Sistem penilaian dalam kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu strategi yang tidak bisa dipisahkan dengan strategi yang lain.
Apa yang harus dinilai, dan bagaimana penilaian itu harus dilakukan termasuk kemampuan yang harus dimiliki oleh guru. Seorang anak didik bisa dikategorikan sebagai anak didik yang berhasil, bisa dilihat dari berbagai segi. Bisa dilihat dari segi kerajinannya mengikuti tatap muka dengan guru, perilaku sehari-hari di sekolah, hasil ulangan, hubungan sosial, kepemimpinan, prestasi olah raga, keterampilan dan sebagainya. Atau dapat pula dilihat dari gabungan berbagai aspek.
Harga Buku: Rp40.000,-

Buku ini Gratis bila Anda mendaftar sebagai agen herbal HPA di SINI dan telah diaktivasi keanggotaannya.
 
Copyright © 2011. TIPS CANTIK, BUGAR, DAN SEHAT - All Rights Reserved - Theme by Creating Website - Design by Etanal